Luas Kecamatan Citta yaitu 30.000 hektar terdiri dari lahan sawah seluas 2.994 hektar, lahan bukan sawah dan   bukan   pertanian   seluas   27.006 hektar. Lahan tersebut di gunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman antara lain tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman perkebunan.

Pada tahun 2015, ubi kayu memiliki produktifitas paling tinggi yaitu 25 ton per hektar sedangkan yang memiliki produktivitas paling rendah yaitu  kacang tanah  dengan  produktivitas  sebesar  1.3 ton per hektar. Produktivitas tanaman pangan lainnya antara lain padi sawah sebesar   5,9   ton   per   hektar,   jagung sebesar 4,3 ton per hektar, ubi kayu sebesar 25 ton per hektar, kacang hijau sebesar 1.36 ton per hektar, dan kacang tanah sebesar 1,3 ton per hektar.

Selain tanaman pangan, di Citta juga dihasilkan berbagai tanaman buah dan sayur. Tanaman buah dengan   produksi   tertinggi   pada   tahun 2015 yaitu, mangga,pisang dan durian yang masing-masing menghasilkan sebanyak 30440,4233, dan 1000 ton.

Tanaman sayuran yang dihasilkan di Citta  pada  tahun  ini  antara  lain bayam,    cabe    merah    besar,    kacang panjang, terong, dan tomat. Berurutan dari yang  memiliki  produksi  paling  tinggi  ke rendah yaitu sawi 110 ton, tomat 62 ton, cabe merah besar 210 ton, cabe merah kecil 60 ton dan bawang merah  180 ton.

Dalam  upaya  meningkatkan kualitas dan  kuantitas  dalam  bidang  pertanian, kelengkapan sarana dan pra sarana serta keberadaan kelompok-kelompok tani perlu diperhatikan.

Adapun jenis tanaman perkebunan utama di Citta antara lain cokelat, kelapa  dalam,  kemiri,  jambu  mete  dan kapas.   Tanaman   tersebut   merupakan tanaman yang memiliki produksi terbesar diantara tanaman perkebunan lainnya. Tanaman        yang        mengalami peningkatan   jumlah  produksi  dari  tahun 2013 ke 2014 yaitu cokelat, kelapa dalam, dan kemiri.

Jumlah produksi yang besar tidak menentukan   produktivitas   dari   masing- masing tanaman tersebut. Adapun tanaman yang memiliki produktivitas tertinggi pada tahun 2015 yaitu kelapa dalam dengan produktivitas sebesar 1,06 ton per hektar sedangkan yang memiliki produktivitas paling rendah yaitu jambu mete  dengan  produktivitas sebesar 0,13 ton per hektar.